Literatur mengabadikan bahwa ceri kopi ditemukan tidak sengaja oleh seekor kambing bernama kaldi, kemudian pemiliknya menyadari bahwa ceri kopi memiliki khasiat misterius pada saat itu. Selanjutnya ceri kopi bertahap dan semakin dikenal sebagai buah yang memiliki sisi magis, dari aroma dan dari manfaat setelah diminum. Perjalanan para penjelajah di masa industri pada saat itu, semacam berlomba-lomba menemukan inovasi baru dan komoditas baru, hingga akhirnya kopi pun menjadi primadona komoditas yang kerap diekspor dan impor antar negara.
First wave coffee diawali pada tahun 1800-an, kopi pada era ini dipersiapkan untuk harga yang lebih terjangkau dan mudah disajikan serta industri kopi pada tahap ini fokus pada inovasi kemasan, kepraktisan penyajian dan pemasaran. Tidak puasnya para penikmat kopi pada era itu, melahirkan second wave coffee dengan para penikmatnya yang mulai ingin memahami bagaimana merasakan pengalaman menikmati kopi, ingin mengetahui cara membuat kopi yang nikmat untuk mereka. Hanya saja di era gelombang kedua pun masih menyisakan kritik tentang pengalaman minum kopi yang dikaitkan dengan kehidupan sosial pada saat itu. Third wave coffee lahir dengan ditandai para penikmat kopi yang tertarik pada kopi itu sendiri, dari mulai asal bijinya, proses pengolahan, roasting dan penyajiannya. Pada gelombang ketiga, biji kopi itulah yang menjadi pemeran utama pada industri kopi.
https://www.tiktok.com/@baristaindie/video/7380246143680122117?is_from_webapp=1&sender_device=pc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar